13 February 2009

Empat Sudut Potong

Eksisi adalah landasan pembedahan dermatologis. Empat sudut potong adalah prinsip dasar yang ditujukan untuk memberikan hasil yang paling kosmetis.

Empat Sudut Potong

Sudut potong pertama ditujukan untuk memperluas sudut handle scalpel terhadap permukaan kulit. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1, sudut ini menentukan betapa mudahnya pisau memotong kulit. Jika sudut handle tegak lurus (90o) dengan kulit, ujung pisau memotong 90o tegak lurus dengan dermis (Gambar 1A). Bagian pisau ini digunakan untuk eksisi elips namun kurang tepat untuk insisi lurus. Di sisi lain, jika handle diarahkan 30o dan 60o terhadap kulit, bagian tajam pisau, the belly, memotong ke dalam kulit (Gambar 1B). Sudut ini menghasilkan potongan yang tajam dan tepat pada kulit.

Sudut potong kedua digunakan untuk bevel sudut pisau terhadap kulit. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2A, sudut bevel 90o menghasilkan suatu insisi yang tegak lurus menembus kulit sampai ke bagian lemak. Sudut ini memungkinkan pendekatan dan eversi tepi-tepi luka. Jika bevel tidak membentuk sudut 90o (Gambar 2B), penutupan yang dihasilkan akan hipereversi atau eversi.

Sudut potong ketiga ditujukan untuk membentuk sudut pisau searah dengan garis potong yang diinginkan. Sudut ini sangat penting untuk melakukan insisi seperti yang direncanakan. Jika melakukan eksisi suatu lesi sirkuler, seperti yang ditampilkan pada Gambar 3A, handle pisau harus diputar menggunakan jari agar pisau mengikuti garis insisi yang diinginkan. Dalam praktek, kami menggunakan Siegel scalpel handle yang memudahkan eksisi putar hanya dengan jari dokter bedah tanpa perlu menggerakkan tangan, siku, atau bahu (Gambar 3B). Putaran pisau yang tidak tepat selama proses eksisi akan membentuk garis pola eksisi yang tidak seimbang (Gambar 3C). Shaw scalpel handle standar tidak memungkinkan dokter bedah untuk memutar handle dengan jari dan kurang praktis untuk memotong pola insisi yang kecil.

Sudut potong terakhir disebut sebagai sudut potong pisau pada permukaan kulit. Seperti yang ditampilkan dalam Gambar 4, berbagai tipe pisau dipilih untuk berbagai prosedur pembedahan. Blade nomor 15 adalah andalan untuk eksisi ahli dermatologis karena blade membentuk sudut 30% sampai 60% terhadap permukaan kulit. Yang memudahkan manuver mengikuti pola eksisi. Blade nomor 15c lebih kecil dari blade nomor 15 dan memiliki ujung yang lebih tajam dan akut. Yang memudahkan insisi dengan tepat pada tumor-tumor kecil atau daerah-daerah yang sulit dijangkau, seperti kelopak mata, saluran conchae, dan genitalia. Blade nomor 10 membentuk sudut tumpul terhadap kulit yang memungkinkan insisi dalam melalui jaringan yang tebal, seperti badan. Namun, diameter dan sudut pisau yang besar mempersulit pemotongan defek sirkuler pada wajah yang berukuran kecil. Sudut blade nomor 11 hampir sejajar dengan kulit, mempermudah dokter bedah untuk membuat insisi sirkuler dan tusukan terkontrol. Namun, sudut pisau yang panjang dan satu-sisi mempersulit dokter bedah melakukan eksisi lesi kulit karena handle pisau menyentuh kulit.

Secara ringkas, pengetahuan tentang keempat sudut blade untuk memotong kulit sangat penting bagi seorang dokter bedah dermatologi untuk memperoleh hasil kosmetik yang optimal.

0 komentar:

Berhitung!

Pasang Aku Yaa

go green indonesia!
Solidaritas untuk anak Indonesia

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP